Senin, 05 Desember 2016

Pentingnya Sikap Proaktif



 Oleh : Dhico Imtinan Setyowati
Proaktivitas adalah orang yang relatif tidak terpengaruh oleh kekuatan situasi di sekitarnya, bahkan orang tersebut mampu mempengaruhi timbulnya perubahan dalam lingkungannya. Orang dengan proaktivitas tinggi mampu mengidentifikasi kesempatan dan mengambil tindakan yang tepat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut, menampakkan inisiatif dan mempertahankannya sampai perubahan yang bermakna terjadi. Lawan dari proaktif adalah pasif atau reaktif, yaitu orang yang cenderung untuk beradaptasi atau berkompromi dengan keadaan, daripada berusaha merubah dirinya untuk memberikan pengaruh positif pada situasi disekitarnya.
Contoh sikap PROAKTIF :
  • Inisiatif (dalam arti tidak pasif menunggu perintah), untuk menyelesaikan pekerjaan atau masalah;
  • Kreatif (dalam arti mampu menciptakan cara kerja, metode baru atau mekanisme kerja baru, dsb,), dalam hal menghadapi permasalahan, pekerjaan atau situasi keseharian;
  • Aktif (senantiasa  sibuk mencari jalan atau cara untuk mempermudah penyelesaian pekerjaan atau masalah), dalam arti tidak hanya reaktif menunggu adanya pekerjaan atau masalah;
  • Responsif (bertindak atau berbuat sesuatu yang positif), terhadap pertanyaan dan permohonan pelanggan maupun masyarakat, perintah atasan atau atas timbulnya masalah yang dihadapi mereka;
  • Koordinatif (dalam arti tidak bekerja sendiri-sendiri), melainkan bekerja sejalan bersama dalam upaya mencapai tujuan bersama;
  • Kooperatif (saling menunjang dengan upaya memberikan bantuan kepada unit lainnya, di mana perlu), dengan maksud tercapainya tujuan bersama;
  • Produktif (dengan waktu, dana dan peralatan yang tersedia), mampu menciptakan hasil optimal.
Mengapa kita memerlukan sikap proaktif ini? Karena tidak ada kehidupan apapun yang tidak menghadapi kompetisi, selalu ada persaingan. Sehingga untuk memenangkan persaingan itu maka diperlukanlah sikap proaktif ini. Bersikap proaktif adalah bagaimana cara kita mengambil sikap terhadap segala sesuatu yang terjadi. Selain itu, bersikap proaktif juga merupakan cara kita mengendalikan sikap kita. Apabil kita sudah bisa bersikap proaktif terhadap segala sesuatu yang terjadi, maka hidup kita akan terkendali karena kita sudah bisa bertanggung jawab terhadap sikap kita sendiri.
Berikut adalah ciri – ciri orang kreatif :
1.       Tidak mudah tersinggung pada apa yang membuat pada sesuatu yang tidak sesuai.
2.       Bertanggung jawab terhadap tindakannya sendiri dan memilih berfikir sebelum bertindak.
3.       Orang – orang Proaktif adalah pelaku – pelaku perubahan dan memilih untuk tidak menjadi korban, untuk tidak bersikap reaktif, untuk tidak menyalahkan orang lain.
4.       Fokus pada hal – hal yangbisa mereka ubah
5.       Tidak menyalahkan keadaan ataupun kondisi lingkungan.
6.       Mampu mengambil keputusan yang tepat walaupun pada situasi yang sulit
7.       Mengunakan bahasa Proaktif. Contoh : aku bisa, aku akan, dll.
8.       Sadar bahawa mereka mampu meresp[on sesuai keinginannya.

DAFTAR PUSTAKA
( Anonim ). 2013. Bersikap Proaktif untuk Siapa. http://lehmannsblog.com/bersikap-proaktif-untuk-siapa.html

Bersikap Adil Dalam Kehidupan Sehari - hari



Oleh : Dhico Imtinan Setyowati
Secara bahasa adil mempunyai arti meletakkan sesuatu pada tempatnya, tidak memihak ke salah satu pihak, bersikap prorporsional, dan memihak kepada yang benar. Kemudian secara istilah, pengertian dari perilaku terpuji adil yaitu menetakpkan suatu kebenaran terhadap dua masalah atau beberapa masalah untuk dipecahkan sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh agama. Dengan demikian perbuatan adil adalah suatu tindakan yang berdasar kepada kebenaran, bukan mengikuti kehendak hawa nafsu pribadi.

Pengertian adil menurut Ilmu Akhlak antara lain sebagai berikut:
1.       Menempatkan sesuatu pada tempat yang semestinya.
2.       Menerima hak tanpa lebih dan memberikan hak kepada orang lain tanpa kurang.
3.       Memberikan hak setiap yang berhak secara lengkap tidak kurang dan memberikan hukuman bagi yang melanggar hokum sesuaimdengan kesalahan pelanggarnya.

Misalnya dalam menetapkan hukum, yang salah disalahkan dan yang benar di benarkan, dengan tidak membedakan yang diadili. Sifat adil artinya, suatu sifat yang teguh, kukuh yang tidak menunjukkan memihak kepada seorang atau golongan. Adil itu sikap mulia dan sikap yang lurus tidak terpengaruh karena factor keluarga, hubungan kasih sayang, kerabat karib, golongan dan sebagainya.

Macam – macam perilaku ADIL :
·         Berlaku adil kepada Allah swt,
Maksud dari berlaku adil kepada Allah adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya  disembah.
·         Berlaku adil kepada diri sendiri
Maksud dari perilaku adil terhadap diri sendiri adalah meletakkan diri pribadi pada tempat yang bak dan juga tempat yang benar. Dimana kita harus memenuhi kebutuhan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan norma-norma syariat.
·         Berlaku adil kepada orang lain
Maksud dari berlaku adil kepada orang lain artinya adalah meletakkan orang lain pada tempat yang seharusnya. Berperilaku adil kepada orang lain harus kita lakukan, dan itu kita lakukan kepada semuanya tidak terkecuali bahkan kepada musuh atau orang yang kita benci
·         Berlaku adil kepada makhluk hidup yang lain (hewan dan tumbuhan) serta lingkungan
Maksud dari berlaku adil yang ke empat ini adalah kita harus menyayangin dan merawat hewan atau tumbuhan serta lingkungan yang ada disekitar kita. Terlebih lagi apabila kita memelihara hewan seperti burung, kelinci, kucing atau yang lainnya maka kita harus berbuat adil, diantaranya dengan merawatnya dengan sebaik-baiknya, memberikan makan dan minum setiap hari, tidak menyiksanya dan lain sebagainya.

Cara untuk memebiasakan diri berperilaku ADIL dalam kehidupan sehari – hari.
1.       Menyadari pentingnya keadilan dalam kehidupan manusia, baik yang menyangkut konsep keteraturan dan keseimbangan alam semesta maupun yang berkaitan langsung dengan kemasalahatan kehidupan manusia.
2.       Memahami nilai-nilai positif yang terkandung dalam prinsip keadilan, seperti kedamaian dan kenyamanan hidup serta hilangnya kebencian dan permusuhan di antara sesame manusia.
3.       Berusaha mempraktikan perilaku keadilan untuk diri sendiri, seperti belajar maksimal sebagai sebuah keadilan terhadap potensi dan bakat yang diberikan Tuhan untuk ditumbuhkembangkan secara optimal.
4.       Berusaha mempraktikan keadilan kepada orang lain, misalnya dengan bersikap adalah ketika menimbang dan menakar sesuatu/ bersikap seimbang ketika menilai teman atau rang lain.



DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, Rahmad. 2015. Pengertian, Macam, dah Hikmah Perilaku Adil. http://www.kitapunya.net/2015/07/pengertian-macam-dah-hikmah-perilaku.html

Raih Sukses Dengan Kerjasama



Oleh: Dhico Imtinan Setyowati
Meraih sukses memerlukan waktu, usaha dan kerja sama dengan orang lain. Tanpa kerja sama, maka kita akan sulit berkembang. Demikian juga dalam hal usaha setiap orang perlu kerja sama untuk meningkatkan taraf hidupnya.
Kerja sama merupakan sebuah bentuk dari interaksi social yang bersifat asosiatif yaitu hal ini di lakukan oleh dua orang atau lebih dimana mereka memiliki pandangan yang sama untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi bisa di katakan jika kerja sama di lakukan oleh kelompok atau perorangan untuk mencapai satu tujuan bersama. Kerja sama ini terjadi antara orientasi antar kelompok maupun grup.
Menurut Charles H. Cooley mengatakan bahwa kerja sama akan timbul jika seseorang atau kelompok yang sadar jika mereka memiliki kepentingan yang sama dan pada saat yang sama pula. Bagi mereka yang bekerja sama akan memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk memenuhi segala kepentingannya.
Kusnadi (2003) mengatakan bahwa berdasarkan penelitian kerja sama mempunyai beberapa manfaat, yaitu sebagai berikut:
·         Kerja sama mendorong persaingan di dalam pencapaian tujuan dan peningkatan produktivitas.
·         Kerja sama mendorong berbagai upaya individu agar dapat bekerja lebih produktif, efektif, dan efisien.
  • Kerja sama mendorong terciptanya sinergi sehingga biaya operasionalisasi akan menjadi semakin rendah yang menyebabkan kemampuan bersaing meningkat.
  • Kerja sama mendorong terciptanya hubungan yang harmonis antarpihak terkait serta meningkatkan rasa kesetiakawanan.
  • Kerja sama menciptakan praktek yang sehat serta meningkatkan semangat kelompok.
  • Kerja sama mendorong ikut serta memiliki situasi dan keadaan yang terjadi dilingkungannya, sehingga secara otomatis akan ikut menjaga dan melestarikan situasi dan kondisi yang telah baik.
Faktor-faktor pendorong bentuk kerjasama
Motivasi seseorang atau suatu kelompok melakukan kerja sama dengan pihak lain, dapat dilihat dari beberapa hal berikut ini.

1) Orientasi perorangan terhadap kelompoknya sendiri yang meliputi arah, tujuan, atau kepentingan-kepentingan lain. Untuk mencapainya setiap anggota kelompok mengharapkan dan mengandalkan bantuan dari anggota kelompoknya. Misalnya kerja sama untuk menyelesaikan tugas kelompok.

2) Ancaman dari luar (musuh bersama) yang dapat mengancam ikatan kesetiaan atau persaudaraan yang secara tradisional dan institusional telah tertanam di setiap anggotam kelompoknya. Misal, adanya semangat membela tanah air dari setiap ancaman dan gangguan dari negara lain.

3) Rintangan dari luar. Untuk mencapai cita-cita kelompoknya kadang-kadang muncul kekecewaan atau rasa tidak puas karena apa yang diinginkan tidak tercapai. Hal inilah yang menimbulkan sifat agresif dan membutuhkan kerja sama di antara anggotanya.

4) Mencari keuntungan pribadi. Dalam kerja sama, seseorang kadang berharap mendapatkan keuntungan yang diinginkan, hal inilah yang mendorong untuk bekerja sama. Motivasi ini biasanya tidak baik sehingga terkadang dapat menimbulkan perpecahan.

5) Menolong orang lain. Kerja sama dilakukan semata-mata hanya untuk meringankan beban penderitaan orang lain tanpa mengharapkan imbalan apapun. Misalnya kerja sama mengumpulkan dana untuk korban bencana alam.

DAFTAR PUSTAKA
( Anonim ). 2016. Pengertian Kerjasama Manfaat dan Contohnya. http://artikel-az.com/pengertian-kerja-sama/

( Anonim ). 2015. Pengertian Kerjasama dan Bentuknya beserta Contoh-contohnya. http://www.berpendidikan.com/2015/06/pengertian-kerja-sama-dan-bentuknya-beserta-contohnya.html

Minggu, 04 Desember 2016

Proaktif Mampu Mempengaruhi Perubahan dalam Lingkungan!




Pengertian Proaktivitas.
Pengertian atau definisi proaktivitas adalah orang yang relatif tidak terpengaruh oleh kekuatan situasi di sekitarnya, bahkan orang tersebut mampu mempengaruhi timbulnya perubahan dalam lingkungannya. Orang dengan proaktivitas tinggi mampu mengidentifikasi kesempatan dan mengambil tindakan yang tepat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut, menampakkan inisiatif dan mempertahankannya sampai perubahan yang bermakna terjadi. Lawan dari proaktif adalah pasif atau reaktif, yaitu orang yang cenderung untuk beradaptasi atau berkompromi dengan keadaan, daripada berusaha merubah dirinya untuk memberikan pengaruh positif pada situasi disekitarnya. Menjadi proaktif, memiliki konsekuensi agar selalu berpegang pada nilai sebagai landasan dalam bertindak.  Sadar bahwa dalam kehidupan dunia realita, persoalan pasti selalu ada, namun teramat penting untuk disikapi bahwa apapun hambatannya tidak lantas menjadi penghalang untuk mencapai tujuan.  Bersikap proaktid, menjadi pembuktian adanya kepemilikan sikap tidak mudah mengeluh, ulet, rajin, dan pantang menyerah.  Seorang proaktif memiliki kecenderungan mengarah pada tindakan positif, penuhbkreativitas, konsisten, memiliki komitment yang kuat untuk meraih kesuksesan.Proaktif, bisa membuat seseorang memiliki kebiasaan bertindak, fokus pada solusi bukan masalah.  Jika hal itu bisa terpola sebagai sebuah karakter, maka pada akhirnya menjadikan orang punya kemampuan dalam menjemput setiap peluang yang ada.  Oleh karenanya diperlukan sikap proaktif, terutama terkait tindakan merespon kebutuhan pelanggan yang cepat berubah atau meningkat dari waktu ke waktu.  Resikonya bila terjadi keterlambatan dalam hal respon merespon, tentu saja dampaknya spontan akan membuat kehilangan kesempatan, terutama dalak pemberian pelayanan yang tergolong memuaskan.

            Proaktivitas manusia selalu memiliki tujuan, bergerak maju, dan berorientasi ke masa depan, serta secara internal memunculkan perilakunya sendiri. Stimulus dari luar lebih tampak sebagai sesuatu yang menjadi kecenderungan aktualisasi dari dalam keluar daripada sesuatu yang menjadikan individu bereaksi terhadap stimulus lingkungan. Individu secara psikologis mencerna stimulus eksternal tersebut, dan bukan sekedar bereaksi terhadap stimulus.
Hjelle dan Ziegler (1981) mengemukakan bahwa proaktivitas merupakan salah satu asumsi dasar sifat manusia. Lebih jauh dijelaskan bahwa proaktivitas adalah lawan dari reaktivitas. Proaktivitas merupakan keyakinan diri bahwa sumber segala perilaku adalah terletak pada diri manusia itu sendiri. Manusia melakukan aksi, bukan sekedar reaksi. Penyebab perilaku dapat ditemukan dalam diri manusia sendiri dan muncul secara internal.

Sedangkan Frankl (1962) mengemukakan
proaktif sebagai perilaku paling utama dalam eksistensi hidup manusia, yaitu kemampuan individu untuk menemukan makna hidup dan berjuang untuk memenuhi makna hidupnya itu (Search and struggle for meaningful life) sebagai sebuah tanggung-jawab pribadi. Kehidupan manusia, secara permanen bersifat menantang dan dalam merespon tantangan hidup itu, tidak dapat dilakukan hanya dengan berbicara atau berkontemplasi saja, melainkan harus ditindaklanjuti dengan suatu tindakan proaktif, sehingga makna hidup yang telah ditemukan dapat direalisasikan.

Selanjutnya Maslow (dalam Mangkunegara, 2000),
proaktivitas seseorang adalah terletak pada perilaku seseorang, bukan respon terhadap stimulus eksternal, artinya individu adalah beraksi, bukan bereaksi. Maslow menggambarkan manusia sebagai individu yang selalu berusaha memuaskan kebutuhan internal. Kebutuhan-kebutuhan inilah yang akan memunculkan perilaku. Konsep proaktivitas ini sangat nyata ada dalam konsep aktualisasi diri Maslow. Tidak ada stimulus eksternal dalam aktualisasi diri. Secara alami, aktualisasi diri adalah konsep proaktif. Individu dipandang sebagai organisme yang mampu melakukan antisipasi masa depan, kesadaran potensi diri dan usaha keras yang terus menerus untuk dapat hidup.

Ciri-ciri Individu Proaktif
Covey meringkas definisi dan pengertian tentang sifat proaktif dari para ahli diatas dengan menjelaskan tentang ciri-ciri individu proaktif (1995). ciri-ciri individu proaktif (dibandingkan dengan individu reaktif) setidaknya ada 5 (lima), yaitu :
1. Orang proaktif selalu bertanggung jawab. Mereka tidak menyalahkan keadaan, kondisi, atau pengkondisian untuk perilaku mereka. Perilaku adalah produk dari pilihan sadar, berdasarkan nilai, dan bukan produk dari suasana hati, conditioning, atau tekanan sosial yang diterima.
2. Orang proaktif menfokuskan upaya mereka pada lingkaran pengaruh (mencakup segala hal yang dapat dipengaruhi). Mereka mengerjakan hal-hal yang terhadapnya mereka dapat perbuat sesuatu. Sifat dari energi mereka adalah positif, memperluas dan memperbesar, yang menyebabkan lingkaran pengaruh mereka meningkat.
3. Berfokus pada lingkaran pengaruh, orang proaktif bekerja dari dalam ke luar (in side – out), yaitu berusaha memulai perubahan dengan mengubah dirinya lebih dahulu, bahkan dari yang paling dalam dari dirinya, yaitu dengan memeriksa kebenaran paradigma dan persepsi-persepsinya.
4. Orang proaktif hidup berpusat pada prinsip (principle centered) kemudian ia menerjemahkan prinsip-prinsip itu kedalam seperangkat nilai-nilai (values) yang telah dipilihnya dengan sadar. Berdasarkan nilai-nilai itulah ia mengarahkan pilihan sikap dan perilakunya.
5. Orang proaktif mengembangkan dan menggunakan “empat anugrah unik manusianya” secara optimal. Empat anugrah itu adalah seperti yang diyakini oleh pengikut madzhab psikologi humanistik sebagai sifat-sifat unik manusia yang membuatnya berbeda dengan makhluk hidup lainnya. Covey menyebutkan “four unique himant gifts” itu adalah Self Awareness (kesadaran diri), Conscience (hati nurani), Creative Imagination (imajinasi kreatif) dan Independent Will (kebebasan kehendak).
Manfaat Sikap Proaktif
1.        Tidak lekas tersinggung.
2.        Bertanggungjawab terhadap pilihannya sendiri.
3.        Berpikir sebelum bertindak.
4.        Cepat pulih kalau terjadi sesuatu yang buruk.
5.        Selalu mencari jalan untuk menjadikan segalanya terlaksana.
6.        Fokus pada hal-hal yang bisa mereka ubah, bukan malah mengkhawatirkan hal yang tidak bisa diubah.
Inti dari sikap proaktif adalah dua hal, yaitu kita bertanggungjawab terhadap hidup kita, dan bersikap “aku bisa”. Hal ini sesuai dengan kalimat “orang-orang yang berprestasi jarang duduk-duduk menantikan segalanya terjadi pada mereka. Mereka berbuat dan menjadikan semuanya terjadi. Orang-orang yang berhasil dalam dunia ini adalah orang-orang yang bangkit dan mencari keadaan yang mereka inginkan, dan apabila tidak menemukan keadaan tersebut, mereka akan menciptakannya.”
Daftar Pustaka

Anonim. 2015. Apa itu Proaktivitas dan Apa Ciri-cirinya?. (http://www.psikoterapis.com/?en_apa-itu-proaktivitas-dan-apa-ciri-cirinya-,85)

Anonim. 2014 . Pengertian Proaktif Menurut Para Ahli. (http://www.definisimenurutparaahli.com/pengertian-proaktif-dan-contohnya/ )